Thursday, May 29, 2014

Karakteristik Attunement Reiki

Pengaktifan cakra-cakra dilakukan  oleh seorang Master kepada para praktisi atau para murid melalui attunement atau penyelarasan/inisiasi.  Setelah menerima  attunement Reiki dari tradisi mana pun, si praktisi  akan secara langsung berhubungan dengan energi Ilahi. Energi-energi  negatif akan dikeluarkan dari tubuh si praktisi, dan energi yang berada di sekeliling tubuhnya menjadi lebih tebal, kalau dilakukan latihan yang terus menerus.
Energi di sekeliling tubuh biasanya membentuk sebuah lapisan pelindung yang biasa disebut dengan aura. Dengan menebalnya lapisan pelindung itu, energi negatif atau pun penyakit akan lebih sulit untuk masuk ke  dalam tubuh si praktisi. Dengan demikian ia akan cenderung lebih sehat.
Lalu bagaimana proses penyelarasan itu terjadi sehingga meningkatkan kesehatan praktisi Reiki? Secara prinsip, hidup manusia sejak kecil,  dipelihara oleh Tuhan melalui tiga prinsip utama yang ada pada dirinya, yaitu roh, jiwa dan badan.
Badan dalam ilmu Reiki, disebut “tubuh fisik”, sedangkan jiwa sebut “tubuh eterik”. Sementara  “roh” adalah media yang menghubungkan energi Ilahi  (atau energi yang berasal dari Tuhan) dengan tubuh fisik dan tubuh jiwa. Roh itu berada di  luar tubuh, yaitu sekitar 25-30 cm di atas kepala kita. Dalam istilah Reiki, roh itu  disebut sebagai  Sing Chi atau Cakra Ilahi yang utama. Roh itu adalah milik Tuhan sendiri yang menaungi manusia.  Tetapi roh itu juga bisa disebut juga sebagai roh manusia, dengan tugas pokok  menghubungkan tubuh fisik dan tubuh eterik.
Antara roh, tubuh fisik dan jiwa  dihubungkan oleh sebuah jalur yang disebut jalur antakarana (tali spiritual). Sejak kecil semua orang memiliki jalur antakarana yang terletak di atas titik pusat kepala atau cakra mahkota. Ukuran antakarana  pada banyak orang hanya sehelai rambut. Tetapi setelah attument Reiki jalur antakarana langsung  membesar dan  menjadi beberapa kali lipat[1] .
Di jalur antakarana mengalir gelombang energi Ilahi yang diterima oleh roh manusia untuk kemudian disalurkan ke tubuh fisik melalui “Jalur Sushumna”, yaitu jalur yang terbentuk didalam tubuh fisik saat anda masih berada dalam kandungan yaitu pada usia dua hingga hingga tiga setengah bulan. Jalur Sushumna adalah jalur utama yang terdapat di  tengah-tengah tulang punggung antara ujung tulang ekor dan puncak kepala. Jalur itu  dibentuk oleh Tuhan melalui sebuah proses yang dilakukan oleh sebuah sumbu api. Dalam terminologi Yoga sumbu api itu disebut Kundalini /Tummo atau juga disebut api dalam. Para pertapa  atau para Yogis berlatih dan berupaya untuk menghidupkan sumbu api itu, sebagai titik awal untuk mencapai pencerahan. Sayangnya membutuhkan waktu latihan yang amat sangat lama antara 10 sampai dengan 15 tahun.
Menghidupkan sumbu api/Kundalini   ini membutuhkan getaran energi yang sangat tinggi, sehingga dengan bantuan seorang  Master (yang Kundalini nya sudah aktif) dapat melakukan shaktipat (pemindahan energi), dalam 30 – 40 menit Kundalini  seorang awam sekalipun dapat diaktifkan. Dengan aktif dan menyalanya sumbu api/Kundalini  anda, maka secara terus-menerus energi dari Kundalini  itu akan membersihkan baik jalur-jalur energi dan juga cakra-cakra anda.
Sumbu api/Kundalini   yang  diberikan oleh Tuhan masuk dalam tubuh anda dengan cara yang unik. Sejak masih kandungan, sumbu api/Kundalini  membuat jalur energi mulai dari pusat  atau lingkaran kecil yang berada di  tengah kepala. Di situlah masuknya sumbu api atau energi Kundalini  itu. Ia bekerja dengan cara membor jalur energi di tulang belakang. Ia juga merupakan energi yang tersimpan dalam diri anda  sebagai potensi energi yang mahadahsyat yang mengantar kepada pencerahan atau kesadaran tinggi. Begitu tiba di ujung tulang ekor, energi itu  berpindah ke depan setelah membuat jalur  energi, selanjutnya  ia membentuk 3 ½ gulungan di pirenium, yang terletak  dua jari antara anus dan  organ reproduksi anda yang dalam.  Di pirenium itulah api  Kundalini  itu berdiam sebagai potensi energi.
Sejak adanya sumbu api Kundalini  di pirenium, anda sudah memperoleh suplai energi dari dalam tubuh untuk mengatur energi dingin (Yin) dan energi panas (Yang). Sebelah kiri tubuh mengalir energi dingin, melalui “jalur Ida” (yaitu jalur energi yang terdapat pada sebelah kiri jalur Sushumna), yang terletak di samping tulang ekor sebelah kiri. Sedangkan tubuh bagian kanan mengalir energi panas yang dialirkan melalui “jalur Pingala” (jalur energi  yang terdapat di sebelah kanan jalur Sushumna), yang terletak sebelah kanan tulang ekor.
Setelah terbentuk dua jalur utama energi, yaitu jalur energi dingin dan energi panas, anda  bisa merasakan tangan kiri terasa lebih dingin dibandingkan dengan tangan kanan, karena sifat energinya berbeda, walaupun pada saat menempel di kulit sama saja rasa panas di antara kedua tangan. Tetapi yang  jelas sifat energinya berbeda.  Keseimbangan energi dingin dan energi panas dalam tubuh  membuat anda selalu berada dalam kondisi sehat. Tetapi kalau salah satu menjadi dominan, maka tubuh mengalami sakit. Itulah yang  terbentuk mulai dari dalam kandungan. Dua jalur energi tadi  berfungsi sangat penting untuk menopang kehidupan tubuh energi. (MM) baca artikel terkait

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...