Skip to main content

Materialisasi Simbol Reiki

Simbol-simbol dalam Reiki, tidak hanya berfungsi mempercepat proses penyembuhan, tetapi simbol itu dapat digunakan untuk membuat harapan anda agar memperoleh sesuatu dalam bidang materi menjadi kenyataan, maka disebut materialisasi simbol. Lalu bagaimana cara kerja pola energi berbentuk simbol itu mewujudnyatakan cita-cita anda. Hal ini bisa dijelaskan lewat ilustrasi berikut ini. Katakanlah pada tahun depan anda ingin mempunyai mobil. Tetapi itu bukan sekedar impian anda. Anda bertekat agar harapan itu betul-betul terjadi, jadi bukan sebuah impian kosong. Lalu apa yang anda lakukan dengan pola energi dalam bentuk simbol.
Proses pertama yang harus anda sadari bahwa  secara prinsip semua rejeki yang anda peroleh dalam kehidupan ini berasal dari Tuhan atau berkat Kemurahan Tuhan. Tetapi sebagai seorang praktisi Reiki anda sesungguhnya sudah mempunyai hubungan dengan Tuhan yang dapat diakses lewat jalur antakarana atau jalur energi anda. Tentu ukuran jalur antakarana masing-masing orang tidak sama, ada yang hanya selebar 2 cm, 3 cm hingga 5 cm, selebar kepala atau selebar tubuh, tetapi ada yang selebar sungai (misalnya 400 hingga 900 meter). Tetapi anda tidak usah berkecil hati dengan ukuran lebar jalur antakarana anda. Besar kecilnya jalur energi tidak akan membatasi niat anda untuk mendapatkan mobil yang anda inginkan. Lantaran energi Ilahi bersifat cerdas.
Sekarang lewat jalur antakarana anda mempunyai akses langsung untuk berhubungan dengan Tuhan yang memiliki kekayaan  atau kelimpahan yang tidak terbatas. Selanjutnya anda tinggal memvisualisasikan atau mematerialisasikan supaya permintaan untuk mendapat mobil tahun depan terfokus. Pada tahap berikutnya anda  menggambarkan simbol Cho-Ku-Rei di depan dada, tepatnya di depan cakra jantung. Setelah terbentuk bola energi berwarna emas, lalu anda niatkan agar mobil yang anda cita-citakan, bila perlu lengkap dengan merek, warna dan jenisnya,  berada dalam bola enegi Cho-Ku-Rei. Selanjutnya anda bangunkan niat agar bola energi Cho-Ku-Rei - yang menggendong mobil yang anda cita-citakan tadi - untuk segera mengorbit di alam semesta. Selanjutnya anda lemparkan bola energi Cho-Ku-Rei itu ke udara. Bola energi itu kemudian mencari sumber energi (sumber pendapatan) supaya anda bisa mendapatkan kemungkinan untuk membeli mobil. Bola energi akan mencari di alam semesta. Itu terjadi karena alam semesta ini adalah sebuah Kebijaksaan Ilahi. Jadi mengetahui tempatnya di mana mobil itu adalah Tuhan sendiri. Tetapi begitu anda fokuskan doa dan harapan dalam  bentuk visualisasi, berarti anda membuat sebuah harapan menjadi sesuatu yang nyata. Karena itu disebut materialisasi.
Tetapi perlu diingat akan prinsip dasar bahwa semua rejeki kita datang dari Tuhan. Hanya Tuhan sendiri yang mengetahui  hari ini dan besok. Yang anda bisa lakukan adalah  memfokuskan harapan dengan mematerialisasikan harapan itu dalam bentuk bola enegi Cho-Ku-Rei. Selanjutnya bola energi itu yang mengorbit untuk menemukan peluang atau kesempatan untuk anda agar mendapatkan mobil yang dicita-citakan itu.
Anda bisa merumuskan sendiri kalimat afirmasinya  sesuai dengan isi atau ujud permintaan anda. Anda bisa mengulangi afirmasi itu tiap hari atau bisa juga berapa kali dalam sehari, karena tidak ada ketentuan yang membatasi anda. Setelah anda meletakkan niat dalam bola energi tadi, tentu anda tidak boleh tinggal diam menunggu berkat  jatuh dari langit. Anda harus  tetap berusaha mencari sumber pendapatan. Tetapi pencarian anda kali ini  tidak bias, namun pencarian itu lebih terfokus karena anda dibimbing oleh Kebijaksanaan Ilahi. 
Tentu anda tidak hanya menghendaki mobil saja, tetapi juga anda ingin mempunyai rumah tinggal. Tetapi tidak boleh dibuat dalam satu program energi. Kalau anda berharap memiliki rumah maka harus membuat program lain, namun selalu dihubungkan dengan jenis bola energi Cho-Ku-Rei berwarna emas. Karena emas adalah lambang kelimpahan.
Lalu bagaimana energi itu bekerja di alam semesta  sehingga bisa menemukan  mobil yang anda inginkan. Prinsip umum yang berlaku dalam alam semesta bahwa di mana ada energi permintaan maka pasti ada energi penawaran, begitu pun sebaliknya. Karena itu kalau anda memproduksi sesuatu maka itu disebut energi penawaran atau suplai, sementara kalau mencari sesuatu maka yang terbentuk adalah energi permintaan. Nah, begitu anda membuat bola energi, maka dialah yang akan mempertemukan kedua energi, yaitu energi penawaran dan permintaan.
Materialisasi simbol tidak hanya untuk kepentingan benda-benda materi, tetapi juga bisa untuk memindahkan hujan. Misalnya, begitu anda jalan ke depan  anda lihat  mendung dan tidak lama lagi pasti hujan. Karena anda ingin perjalanan tidak terganggu oleh hujan, maka anda langsung membuat bola energi  Cho-Ku-Rei dengan niat memindahkan awan ke selatan atau ke utara dari jalan yang  akan anda lewati, sehingga anda tidak akan kehujanan. (MM) baca artikel terkait

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…