Skip to main content

Penggunaan Simbol Reiki Hon-Zha-Ze-Sho-Nen

Penggunaan simbol Hon-Zha-Ze-Sho-Nen selalu dikombinasikan dengan dua symbol lainnya, seperti She-Hei-Ki maupun Cho-Ku-Rei. Jarak waktu menggambarkan antara satu simbol dengan simbol lain hanya berlangsung dalam  beberapa detik saja. Kenapa harus dikombinasikan? Karena semua penyakit yang dialami manusia itu disebabkan oleh beragam kasus. Karena itu, dalam proses terapi tidak bisa hanya menggunakan satu simbol saja. Dengan mengkombinasikan ketiganya maka penyembuhan yang terjadi bersifat holistik dan permanen. Kalau dalam tubuh fisik anda yang dominant adalah penyakit fisik, maka yang bekerja lebih dominan adalah pola energi Cho-Ku-Rei, kalau penyakit disebabkan oleh luka-luka batin atau karma-karma, maka yang lebih banyak bekerja adalah simbol Hon-Zha-Ze-Sho-Nen. Sementara kalau energi negatif karena dikirim oleh orang lain atau karena tekanan hidup,  maka yang lebih dominan bekerja adalah simbol She-Hei-Ki. Tetapi dalam sistem kerjanya, meskipun hanya satu simbol yang dominan bekerja, kedua simbol yang lain juga tetap berfungsi. Kombinasi ketiganya juga diperlukan, karena penyakit berkaitan, misalnya pada awalnya seorang pasien  mengalami sakit non-fisik, namun karena tidak segera diatasi dan dibiarkan dalam tempo yang lama, maka sakit non-fisik lama kelamaan merusak fisik sehingga terjadi gangguan atau sakit pada tubuh fisik.
Sementara penyakit-penyakit masa lalu adalah utang yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Misalnya, nenek moyang kita suka membunuh orang, maka dampaknya adalah keturunan  banyak mati tidak wajar, misalnya ada yang mati ditabrak atau dibunuh orang. Setelah ditelusuri, ternyata nenek moyang kita, misalnya,  melakukan hal-hal yang tidak pantas  di masyarakat di masa lalu, tetapi tidak pernah diadakan pemulihan. Nah, ini disebut karma. Sebetulnya tidak masalah berat yang dihadapi keturunan-keturunannya, tetapi selalu saja ada hal yang menghantui dan mengganggu kehidupan mereka. Dengan menggambarkan pola energi Hon-Zha-Ze-Sho-Nen, maka seketika gelombang energi Ilahi dikirim ke masa lalu untuk memutuskan mata rantai dengan menyembuhkan karma-karma perbuatan.   
Selain mengatasi masa lalu, simbol Hon-Zha-Ze-Sho-Nen   juga digunakan untuk penyembuhan jarak jauh,  namun pemanfaatannya harus dikombinasikan dengan She-Hei-Ki dan Cho-Ku-Rei. Saat Hon-Zha-Ze-Sho-Nen digambarkan maka akan terbentuk sebuah lorong yang panjang. Ketika pola energi sudah berbentuk lorong yang panjang, maka batas antara anda sebagai praktisi dengan pasien sudah tidak ada lagi. Anda sudah berhubungan langsung dengan si pasien tadi melalui pola energi Hon-Zha-Ze-Sho-Nen.  Jadi sekarang anda berhadapan langsung dengan pasien dari muka ke muka (tentu saja dalam visualisasi). Maka selanjutnya anda langsung  menggunakan pola energi She-Hei-Ki dan Cho-Ku-Rei. Itu konsep kerjanya. Dengan simbol Hon-Zha-Ze-Sho-Nen, maka jarak anda dengan pasien sudah  menjadi nol. Sekarang anda tinggal membayangkan saja, kalau penyakit fisik maka digunakan Cho-Ku-Rei, selanjutnya kalau bersifat non-fisik maka gunakan simbol She-Hei-Ki.
Dalam pengiriman energi jarak jauh, tentu muncul pertanyaan bagaimana bisa memastikan dan menjamin bahwa energi yang dikirim itu sampai ke sasaran atau bisa menyembuhkan pasien. Menurut kami, ini adalah pertanyaan yang wajar dan sah-sah saja. Pertanyaan ini juga bukan hanya datang dari kalangan awam tetapi juga dari para praktisi yang baru belajar Reiki.  Energi memang bukan sesuatu yang bisa dilihat dengan mata biasa, namun bisa dirasakan oleh semua orang, dan bahkan bisa diukur.
Untuk menjawab pertanyaan tadi, maka di Kasih Agung Reiki kami melakukan serangkain uji coba untuk memastikan apakah pengirim energi dengan menggunakan pola energi  Hon-Zha-Ze-Sho-Nen sampai ke sasaran atau tidak. Kami mengukurnya dengan alat dosing yang berbentuk Tangkai L. Pengukuran itu perlu dilakukan karena terjadinya sebuah proses penyembuhan bukan hanya soal percaya saja, tetapi harus diukur sehingga bisa dipertanggungjawabkan bahwa penyembuhan itu memang terjadi karena proses penyaluran  gelombang energi Ilahi yang diakses melalui pola  energi  Hon-Zha-Ze-Sho-Nen.
Uji coba sederhana yang sering dilaksanakan di Kasih Agung Reiki dilakukan dengan cara memberikan energi ke atas air putih dalam sebuah gelas. Dari kantor sekaligus tempat tinggal kami di Kampung Sawah, Bekasi, kami meminta para praktisi tingkat dua hingga tingkat master di daerah mengirim energi ke atas air dalam gelas tadi dengan menggunakan pola  energi  Hon-Zha-Ze-Sho-Nen selama satu menit. Sedangkan  praktisi tingkat satu belum diminta karena belum mempunyai wewenang menggunakan simbol   Hon-Zha-Ze-Sho-Nen. Setelah pengiriman dilakukan, maka selanjutnya kami mengukurnya dengan disaksikan oleh para praktisi lain dengan menggunakan alat dosing berbentuk Tangkai L. Tangkai L akan memberi tanda bahwa energi berhasil terkirim. Energi yang dilepaskan oleh air itu berbentuk getaran gelombang energi elektromagnetik (energi Ki atau energi kehidupan) dan getaran itulah yang berhasil ditangkap oleh Tangkai L itu (alat dosing). Air yang sudah disalurkan dengan energi berubah sifatnya, yaitu dari air  yang bersifat pentagonal menjadi air heksagonal yang berfungsi  membunuh racun dan sel kanker dalam tubuh fisik.
Dari uji coba sederhana itu kita bisa melihat bahwa energi yang dikirim sampai ke sasaran atau ke tubuh pasien yang sakit melalui pola energi berbentuk simbol Hon-Zha-Ze-Sho-Nen bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, sehingga tidak perlu diverifikasi lagi. Harus disadari bahwa tanpa uji coba, kita tidak bisa tahu apakah pengiriman energi sampai atau tidak. Tetapi dengan Hon-Zha-Ze-Sho-Nen semua keraguan tadi bisa teratasi.
Pola pengiriman energi dalam kehidupan kita sehari-hari sebenarnya tidak hanya menyangkut energi positif saja, tetapi  energi negatif dalam bentuk serangan dimensi-dimenesi energi  negatif atau roh jahat.  Pengiriman energi negatif itu sampai ke tubuh korban berbentuk serangan yang bersifat spiritual, jadi tidak diserang dalam jarak dekat tetapi jarak jauh. Dalam  kosa kata kita sehari-hari dikenal dengan sebutan santet, telung, atau sebutan  lainnnya. Kenapa santet atau telung disebut dimensi energi negatif, karena  dimensi energi itu berbentuk pola tertentu yang selalu merugikan orang yang menjadi korban. Media  santet atau telung biasanya dalam bentuk siluman binatang, seperti siluman harimau, kucing, monyet, ular dan hewan lainnya. Energi negatif kemudian disebut dengan dimensi ular atau dimensi monyet. Dimensi negatif itu selalu merugikan korban. Ketika dimensi negatif itu bertemu dengan calon korban, maka seketika gelombang energi elektromagnetik atau energi kehidupan (positif) dalam tubuh si korban langsung berkurang atau bahkan menghilang karena diserap habis oleh dimensi negatif itu. Akibatnya si korban mengalami sakit secara fisik, tetapi begitu diperiksa di rumah sakit tidak ditemukan jenis penyakitnya. Dalam metode penyembuhan Reiki sakit model ini bisa diatasi dengan menggunakan simbol She-Hei-Ki. (MM) baca artikel terkait

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…