Skip to main content

Kemampuan Guru dalam Merencanakam Pembelajaran

Secara profesional guru dalam proses pembelajaran memiliki tugas utama, yaitu:
1. Menyusun program pengajaran.
2. Melaksanakan program pengajaran.
3. Melakukan evaluasi.
4. Melakukan analisis hasil evaluasi.
5. Melakukan program perbaikan dan pengayaan.
Di samping itu, untuk menunjang keberhasilan profesionalnya, guru juga dituntut cakap dalam aktivitas sosial dalam berinteraksi dengan lingkungannya
Sehubungan dengan tugas mengajar guru, lima kategori keterampilan mengajar yang harus dikuasai (Armstrong, Deton, dan Savage; 1978) adalah:
1. Keterampilan menspesifikasi tujuan performansi.
2. Keterampilan mendiagnosis murid.
3. Keterampilan menggunakan strategi pengajaran.
4. Keterampilan berinteraksi dengan murid.
5. Keterampilan menilai aktivitas pengajaran.
Selanjutnya, Dirjen Dikti (1988) merumuskan salah satu aspek untuk mengobservasi kemampuan guru adalah kemampuan merencanakan pembelajaran. Kemampuan merencanakan pembelajaran yang dimaksud meliputi:
1. Cara menentukan bahan pelajaran.
2. Cara memilih dan mengorganisasikan materi, media, dan sumber pelajaran.
3. Cara merancang skenario pembelajaran.
4. Cara merancang pengelolaan kelas.
5. Cara merancang prosedur.
6. Cara mempersiapkan alat evaluasi.
Untuk melaksanakan tugas, guru dituntut memiliki kemampuan tertentu yang salah satunya adalah kemampuan guru dalam merencanakan pembelajaran. Kurangnya kemampuan yang dimiliki guru dalam merencanakan pembelajaran akan mempengaruhi kinerjanya dalam melaksanakan tugas itu.
Kemampuan pertama yang harus dimiliki guru adalah kemampuan merencanakan pembelajaran. Mengajar merupakan pelaksanaan rencana pembelajaran yang telah dibuat sebelumnya. Semakin mampu merencanakan pembelajaran, seorang guru akan semakin mudah mengajar di kelas (Zuhairini dkk, 1983; Sudyana, 1984). Kemampuan merencanakan pembelajaran yang harus dimiliki oleh guru berkenaan dengan bagaimana guru menciptakan suatu sistem pembelajaran sesuai dengan yang telah direncanakan sebelumnya.
Adapun hubungan kepengawasan dengan kemampuan profesional guru dapat diterangkan sebagai berikut:
1. Dalam setiap supervisi guru, dilakukan performansi guru, karena tujuan utama supervisi adalah memberikan layanan atau membantu guru memperbaiki performennya melalui perbaikan pengajaran. Dengan demikian, melalui supervisi tersebut akan diketahui secara obyektif tentang kinerja guru dalam melaksanakan tugas-tugas profesionalnya.
2. Dalam setiap kepengawasan guru, terutama apabila ternyata performansi guru belum memadai standar performansi, maka dilakukan perbaikan performansi. Perbaikan performansi tersebut akan meningkatkan kemampuan guru dalam melakukan tugas-tugas sesuai dengan standar performansi yang diharapkan.
3. Dalam perbaikan performansi guru, selain dilakukan pembinaan kemampuan, juga dilakukan pembinaan motivasi untuk menghilangkan rasa keputus-asaan guru, kemauan anggota organisasi dalam bekerja sama untuk mencapai tujuan merupakan hal yang esensi. Kepala Sekolah sebagai pemimpin tertinggi pada tataran organisasi di sekolahnya berperan besar dalam memotivasi guru untuk mencapai misi organisasi pendidikan (Wiles, 1967). (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…