Skip to main content

Metode Belajar Tuntas

Metode mengajar merupakan penjabaran dari pendekatan dan diimplementasikan oleh teknik mengajar. Langkah metode mengajar yang dipilih memainkan peranan utama yang berakhir dengan semakin meningkatnya belajar siswa. Pembelajaran tuntas dalam kurikulum 2004 diartikan sebagai pendekatan dalam pembelajaran yang mempersyaratkan siswa dalam menguasai secara tuntas seluruh standar kompetensi maupun kompetensi dasar mata pelajaran.
Dalam bentuk yang paling sederhana, model pembelajaran tuntas atau Mastery Learning dari Caroll dijelaskan bahwa:
1. Jika setiap siswa diberikan waktu sesuai dengan yang diperlukan untuk mencapai suatu tingkat penguasaan dan jika dia menghabiskan waktu yang diperlukan, maka besar kemungkinan siswa akan mencapai tingkat penguasaan itu.
2. Sebaliknya, jika siswa tidak diberi cukup waktu atau dia tidak menggunakan waktu yang diperlukan, maka tingkat penguasaan kompetensi dasar juga tidak akan optimal. (Block: 1971)
Dalam pembelajaran konvensional, dimana bakat siswa (aptitude) tersebar secara normal dan kepada mereka diberikan pembelajaran yang sama dalam jumlah pembelajaran dan waktu yang tersedia untuk belajar, maka penguasaan kompetensi dasar akan tersebar secara normal pula. Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa hubungan antara bakat dan penguasaan kompetensi adalah tinggi. Sebaliknya, apabila para siswa sehubungan dengan bakatnya tersebar secara normal dan kepada mereka diberi kesempatan belajar yang sama untuk setiap siswa, akan tetapi diberikan perlakuan yang berbeda dalam kualitas pembelajarannya, maka besar kemungkinan bahwa siswa yang dapat mencapai ketuntasan dalam penguasaan kompetensi akan bertambah banyak. Dengan demikian, hubungan antara bakat (aptitude) dengan keberhasilan dalam penguasaan kompetensi akan menjadi semakin kecil.
Berdasarkan konsep di atas, kiranya cukup jelas bahwa harapan dari proses pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran tuntas tidak lain adalah untuk mempertinggi rata-rata prestasi siswa dalam belajar dengan memberikan kualitas pembelajaran yang lebih sesuai, bantuan, serta pemberian waktu khusus bagi siswa-siswa yang lambat agar menguasai standar kompetensi atau kompetensi dasar. Konsep tersebut menunjukkan bahwa prinsip-prinsip utama pembelajaran tuntas adalah:
1. Penguasaan kompetensi berdasar kriteria tertentu.
2. Pendekatan yang bersifat sistemik dan sistematis.
3. Pemberian bimbingan sesuai yang diperlukan.
4. Pemberian waktu yang cukup.
(Depdiknas, 2004)
Pembelajaran tuntas yang dimaksud dalam pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) adalah pola pembelajaran yang menggunakan prinsip ketuntasan untuk setiap siswa secara individual. Strategi ini mengandung arti bahwa meskipun kegiatan belajar ditujukan kepada kelompok siswa (kelas), tetapi mengakui dan melayani perbedaan-perbedaan perorangan siswa sedemikian rupa, sehingga dengan penerapan pembelajaran tuntas memungkinkan berkembangnya potensi masing-masing siswa secara optimal, serta akan memudahkan siswa belajar dan mencapai kompetensi berikutnya. Dasar pemikiran dari belajar tuntas dengan pendekatan individual adalah pengakuan terhadap perbedaan individual masing-masing siswa.
Untuk merealisasikan pengakuan dan pelayanan terhadap perbedaan individu, maka pembelajaran harus menggunakan strategi pembelajaran yang berasaskan maju berkelanjutan (continuous progress). Untuk standar kompetensi dan kompetensi harus dinyatakan secara jelas dan pembelajaran dipecah-pecah ke dalam satuan-satuan cremental units). Siswa belajar selangkah demi selangkah dan baru boleh beranjak mempelajari kompetensi dasar berikutnya setelah menguasai suatu/sejumlah kompetensi dasar yang ditetapkan menurut kriteria tertentu. Dalam pola ini ditentukan bahwa seorang siswa yang mempelajari unit satuan pembelajaran tertentu dapat berpindah ke unit satuan pembelajaran berikutnya sesuai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditentukan, misalnya 75% dari kompetensi dasar yang telah ditetapkan. (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…