Skip to main content

Pengertian Guru dan Proses Pembelajaran

Pengertian Guru
Guru dapat dikaitkan dengan pendidik. Menurut Ekosusilo (1985:49), pendidik adalah orang dewasa yang bertanggungjawab di sekolah mengasuh anak-anak didik. Guru adalah orang yang bertanggung jawab di sekolah mendidik dan mengajar anak-anak didiknya.
Sejalan dengan pengertian tersebut sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru dan berpartisipasi dalam penyelenggaraan pendidikan (PGRI, 2003:3).
Dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 (dalam Depdiknas, 2006:4) telah dituangkan bahwa guru adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan pendidikan menengah.
Dari berbagai pengertian guru tersebut di atas, dapat dikatakan bahwa guru adakah tenaga professional untuk melaksanakan sistem pendidikian nasional. Dengan kata lain, guru merupakan barisan terdepan dalam pelaksanaan sistem pendidikan nasional. Guru sebagai ujung tombak pelaksanaan pendidikan, maka guru diharapkan benar-benar mempu melaksanakan tugas pokok dan fungsinya (TUPOKSI). Tugas pokok dan fungsi guru meliputi:
1. Menyusun Prota.
2. Menyusun Promes.
3. Menyusun Silabus.
4. Menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
5. Melaksanakan analisis evaluasi hasil belajar.
6. Melaksanakan analsis hasil evaluasi pembelajaran siswa.
Sudah barang tentu di samping guru melakasanakan tugas pokok dan fungsinya tersebut, guru harus mampu dan mau menjadi suri tauladan di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah.

Proses Pembelajaran
Proses pembelajaran merupakan salah satu delapan standar Nasional Pendidikan (SNP), yaitu standar proses. Sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional PendidikanBab IV pasal 19 (2005:13) yang menerangkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang peserta didik untuk berpartisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreatifitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perembangan fisik serta psikologi peserta didik.
Bertitik tolak dari proses pembelajaran di atas, maka guru perlu memenuhi standar proses sebagaimana dipaparkan oleh Badan Akreditasi Nasional Sekolah / Madrasah (BAB S/M). Adapun paparan BAN S/M (2008:6) tentang Standar Proses mencakup:
1. RPP yang dikembangkan guru meliputi:
a. Identitas mata pelajaran
b. Standar kompetensi (SK)
c. KD dari silabus yang akan dicapai
d. Indikator pencapaiab kompetensi
e. Tujuan pembelajaran
f. Materi ajar
g. Materi ajar
h. Alokasi waktu diperlukan
i. Metode pembelajaran
j. Metode pembelajaran
k. Penilaian hasil belajar
l. Sumber belajar
Skor penilaian:
Skor 5    = Semua mapel ada RPP
Skor 4    = 7 – 9 mapel ada RPP   
Skor 3    = 4 – 6 mapel ada RPP
Skor 2    = 1 – 3 mapel ada RPP
Skor 1    = Semua mapel tanpa RPP
2. Prinsip-prinsip penyusunan RPP yaitu:
a. Memperhatikan perbedaab individusiswa.
b. Menodorong partisipasi aktif siswa.
c. Mengembangkan budaya membaca dan menulis.
d. memberikan umpan balik dan tindak lanjut.
e. Keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi, kegiatan pembelajaran indikator pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar.
f. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
Skor penilaian:
Skor 5    = 76 % - 100 % RPP memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Skor 4    = 51 % - 75 %   RPP memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Skor 3    = 26 % - 50 %   RPP memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Skor 2    = 1 % -   25 %   RPP memperhatikan 6 prinsip penyusunan
Skor 1    = RPP tidak memperhatikan 6 prinsip penyusunan
3. Persyaratan pelaksanaan proses pembelajaran meliputi:
a. Rombongan belajar SD.MI maksimal 28 siswa.
b. Beban mengajar guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu.
c. Buku teks pelajaran mengikuti ketuntasan:
1) Buku teks pelajaran yang akan digunakan oleh sekolah dipilih melalui rapat guru dengan pertimbangan komite sekolah.
2) Rasio buku teks pelajaran untuk siswa adalah 1 : 1 per mata pelajaran.
3) Selain buku teks pelajaran, guru menggunakan buku panduan guru.
Skor penilaian:
Skor 5    = Memenuhi 4 persyaratan
Skor 4    = Memenuhi 3 persyaratan
Skor 3    = Memenuhi 2 persyaratan
Skor 2    = Memenuhi 1 persyaratan
Sko1    = Semua tidak memenuhi  persyaratan
4. Pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran, yaitu:
a. Kegiatan pendahuluan
1) Menyiapkan siswa secara psikis dan pisik untuk mengikuti proses pembelajaran.
2) Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan diplajari
3) Menjelaskan tujuan pe,mbelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai
b. Kegiatan inti (eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi)
1) Eksplorasi
a) Dalam kegiatan eksplorasi, guru:
(1) Melibatkan siswa mencari informasi yang luas dan dalam tentang topik/tema materi.
(2) Menggunakan beberapa pendekatan pembelajaran, media pembelajaran.
(3) Melibatkan siswa secara aktif dalam setiap kegiatan pembelajaran.
b) Elaborasi
Dalam elaborasi, guru:
(1) Membiasakan siswa membaca dan menulis.
(2) Memfasilitasi siswa berkompetensi secara sehat.
(3) Memfasilitasi siswa melakukan kegiatan yang menumbuhkan kesanggupan rasa percaya dari siswa.
c) Komfirmasi
Dalam kegiatan konfirmasi, guru:
(1) Memberikan umpan balik positip dan penguatan dalam bentuk lisan, tulisanm isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa.
(2) Memberukan konfirmasi terhadap siswa untuk meperoleh pengalaman belajar yang telah dilakukan.
c. Kegiatan penutup
Dalam kegiatan penutup, guru:
1) Bersama-sama dengan siswa dan/atau sendiri membuat rangkuman.
2) Memberikan penilaian dan/atau refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
3) Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya.
Skor penilaian :
Skor 5    = 76 % - 100 % sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Skor 4    = 51 % - 75 %   sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Skor 3    = 26 % - 50 %   sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Skor 2    = 1 % -   25 %   sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
Skor 1    = semua tidak sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran
5. Pelaksanaan pemebelajaran kelas I, II dan III
a. RPP melalui pendekatan tematik
b. Pelaksanaan melalui pendekatan tematik
Skor penilaian :
Skor 5    = 76 % - 100 % RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan tematik
Skor 4    = 51 % - 75 %   RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan tematik
Skor 3    = 26 % - 50 %   RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan tematik
Skor 2    = 1 % -   25 %   RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan tematik
Skor 1    = semua tidak melaksanaan melalui pendekatan tematik
6. Pelaksanaan pemebelajaran kelas IV, V dan VI
a. RPP melalui pendekatan mata pelajaran
b. Pelaksanaan melalui pendekatan mata pelajaran
Skor penilaian :
Skor 5    = 76 % - 100 % RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan mapel
Skor 4    = 51 % - 75 %   RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan mapel
Skor 3    = 26 % - 50 %   RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan mapel
Skor 2    = 1 % -   25 %   RPP dan pelaksanaan melalui pendekatan mapel
Skor 1    = semua tidak melaksanaan melalui pendekatan mapel  (MM) baca artikel terbaik lainnya

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…