Sunday, June 29, 2014

Teknik Supervisi Observasi Kelas

Ada sejumlah teknik supervisi yang dikemukakan oleh para ahli sesuai dengan sudut pandang dan latar belakang keilmuan mereka. Teknik-teknik supervisi nantinya diharapkan mampu memiliki dampak positif terhadap terbentuknya sikap dan kemampuan atau kinerja guru. Supervisi sebagai kegiatan pembinaan guru dapat dilakukan melalui teknik secara individual itu mencakup supervisor mengamati kegiatan belajar mengajar yang sedang berlangsung (classroom observation), eksperimentasi kelas (class experiment), guru mengunjungi guru lain saat pembelajaran berlangsung (class intervisitation), supervisor melakukan percakapan pribadi dengan guru (individual converency), seleksi mata pelajaran (selected of materials for teaching), dan evaluasi diri (self evaluation).
Mengenai teknik supervisi dapat digolongkan menjadi dua kelompok (Sahertian Piet dan Frans Mataheru, 1981), yaitu:
1.    Teknik-teknik yang bersifat kelompok, yaitu teknik yang digunakan oleh supervisor terhadap guru dalam suatu kelompok. Teknik ini penerapannya antara lain melalui:
a.    Pertemuan orientasi dan penyesuaian bagi guru-guru baru.
b.    Pertemuan dalam rapat guru, baik secara rutin maupun insidental.
c.    Tukar-menukar pengalaman (sharing) antar guru dalam sebuah pertemuan yang sudah dipersiapkan.
2.    Teknik-teknik yang bersifat individual yang penerapannya antara lain melalui:
a.    Kunjungan Kelas (Class Visitation), yaitu supervisi yang dilakukan dengan cara supervisor datang ke kelas di mana guru sedang mengajar. Kunjungan kelas terdiri dari tiga macam, yaitu kunjungan supervisor tanpa pemberitahuan kepada guru sebelumnya, kunjungan kelas dengan memberitahukan kepada guru sebelumnya, dan kunjungan atas dasar permintaan guru kepada supervisor.
b.    Observasi Kelas (Class Observation), yaitu supervisor meneliti suasana kelas selama pelajaran berlangsung, agar memperoleh data yang obyektif agar dapat digunakan untuk menganalisis kesulitan-kesulitan yang dihadapi guru dalam pelaksanaan tugas mengajarnya, baik dalam hal kegiatan guru dan siswa, penggunaan alat dan bahan pelajaran, dan lingkungan sosial dan fisik sekolah, maupun penunjang lainnya. (Sahertian Piet A dan Frans Mataheru, 1981 dalam Rifai, 1982)
c.    Percakapan Pribadi (Individual Conference), yaitu supervisor atau Kepala Sekolah bekerja sama dengan guru-guru untuk memecahkan masalah profesional guru yang dihadapi dalam PBM (Oteng Sutisna, 1985). Dengan percakapan pribadi antara guru dengan supervisor diharapkan dapat terjalin hubungan insani yang baik. Apabila hubungan ini dapat tumbuh menjadi prasyarat yang paling efektif untuk mensukseskan supervisi pengajaran di sekolah.
Observasi kelas merupakan salah satu teknik dalam supervisi. Dengan teknik ini, seorang observer (dalam hal ini tenaga Pengawas/Kepala Sekolah) meninjau, mengamati, memperhatikan dan mencatat data dan fakta, baik kuantitatif maupun kualitatif yang berkaitan secara langsung maupun tidak dengan PBM di kelas.
Melakukan pengamatan atau observasi memiliki makna tidak sekedar melihat atau mengamati aktivitas guru, melainkan lebih dari itu, yaitu dengan cara melibatkan semua indera, logika, strategi, dan instrumen yang telah divalidasi (Neagley and Evans, 1985). Hal-hal yang perlu dicatat oleh supervisor adalah:
1.    Suasana kelas.
2.    Cara memulai dan menutup pelajaran.
3.    Kecocokan metode yang dipakai dengan materi pelajaran.
4.    Penggunaan media pendidikan.
5.    Cara mengaktifkan siswa.
6.    Tugas berstruktur yang diberikan untuk menumbuhkan hasil pengirim.
7.    Perkembangan para siswa dari segi afeksi.
8.    Pemahaman siswa dari segi kognisi.
9.    Kemampuan siswa dalam segi psikomotor.
Oleh karena itu, waktu yang diperlukan oleh supervisor untuk mengobservasi dalam suatu pertemuan dibutuhkan satu sampai dengan tiga jam berturut-turut (Made Pidarta), 1999).
Hal terpenting lainnya, mengapa teknik supervisi observasi kelas dipilih untuk mensupervisi guru adalah sebagai berikut:
1. Yang diamati keseluruhan proses belajar mengajar dalam satu pertemuan, dan bukan sampel-sampel PBM yang diinginkan.
2. Untuk mengetahui aktivitas belajar mengajar secara keseluruhan, bukan untuk mengetahui aktivitas-aktivitas khusus.
3. Supervisor tidak boleh berpartisipasi dalam PBM.
4. Dilakukan pada waktu pelajaran berlangsung.
Adapun tahapan dari pelaksanaan supervisi observasi kelas adalah sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan Observasi
Agar observasi kelas mencapai hasil yang optimal, supervisor harus mampu:
a. Merencanakan observasi kelas.
b. Merumuskan prosedur-prosedur yang harus dilakukan.
c. Menyusun format observasi.
d. Merekam informasi tentang unjuk kerja guru dengan menggunakan format instrumen observasi.
e. Mengumpulkan hasil observasi kelas untuk keperluan melakukan langkah-langkah tindak lanjut. (Depdikbud, 1986)
Jenis atau ragam observasi juga sebaiknya direncanakan sejak awal, apakah sistem dadakan, terjadual, atau permintaan. Hal ini dikarenakan berpengaruh terhadap instrumen yang dipakai.
2. Tahap Pelaksanaan Observasi
Langkah penting yang pertama ditempuh oleh supervisor adalah penciptaan pra kondisi observasi. Langkah ini ditujukan dengan penciptaan suasana kerja yang akrab antara supervisor dengan guru, pengenalan latar belakang guru, pengenalan latar belakang murid, atau hal-hal serupa lainnya. Langkah ini ditempuh guna menciptakan situasi yang kondusif bagi pelaksanaan observasi yang efektif dan efisien, sehingga data dan fakta yang terkumpul mencerminkan keadaan yang sebenarnya.
Dalam melaksanakan observasi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan (Nurtain, 1989), yaitu:
a. Kelengkapan catatan.
b. Fokus.
c. Mencatat komentar.
d. Pola perilaku mengajar tertentu.
e. Membuat guru tidak merasa gelisah.
3. Tahap Tindak Lanjut
Langkah penting pada tahap ini adalah mengolah semua data dan fakta yang terkumpul melalui instrumen, sehingga siap disajikan, dianalisis, dan akhirnya menjadi bahan penting pengambilan kebijakan dan atau didokumentasikan. Kegiatan pengolahan ini merupakan langkah penting dan menjadi bagian integral dari keseluruhan kegiatan observasi.  (MM) baca artikel terbaik lainnya

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...