Friday, December 26, 2014

Nasehat Untuk Pemuda yang Berkecil Hati

Engkau yang muda dan masih belum bisa menerima dirinya sebagaimana adanya, dengarlah ini ya?
Janganlah menolak dan menyesali dirimu seperti itu.
Apakah engkau selama ini kurang ditolak oleh orang lain?
Berkasih-sayanglah kepada dirimu sendiri.
Tanpa dia, bersama siapakah engkau menghadapi kehidupan yang tidak mudah ini?
Dan janganlah menjadikan dirimu bersedih seperti itu.
Apakah pengabaian dan perendahan oleh orang lain terhadapmu itu tidak cukup?
Berlakulah lebih lembut kepada dirimu sendiri.
Karena, jika engkau merawatnya dan menyemangatinya dengan sabar, dia akan menjadikanmu pribadi yang terhormat di masa depanmu.
Masa depanmu besar. Maka besarkanlah hatimu.
Mario Teguh - Loving you all as always

Thursday, December 25, 2014

Anjuran Jangan Mengharamkan Kehidupan Orang Lain

Pertanyaan dan pesan kepada
ORANG YANG SUKA MENGHARAMKAN kehidupan orang lain.
Kalau Anda demikian bebas dan terbuka mengharamkan cara hidup orang lain, mohon jawab ini:
1. Apakah Anda sudah bebas dari keharaman dalam perilaku dan kebiasaan buruk Anda?
2. Apakah Anda mengarang pengharaman berdasarkan ajaran salah yang tidak setia kepada tuntunan Tuhan?
3. Apakah Anda mengharamkan dari pengetahuan dan pergaulan yang sempit?
4. Apakah Anda mengharamkan satu hal yang Anda benci dari suatu kaum, tapi menghalalkan yang Anda sukai dan butuhkan dari kaum yang Anda hina itu?
5. Apakah Anda sudah membuktikan bahwa hidup Anda lebih baik daripada kaum yang Anda hina?
Karena sesungguhnya, jika Anda beriman – Anda akan menyampaikan kebenaran dalam kasih sayang dan kesabaran, dan tidak menggunakan bahasa pembenci.
Jangan merusak penghormatan kepada kebenaran yang Anda yakini, dengan menjadi orang keji yang menghina kebenaran yang tidak diketahuinya.
Dan yang untuk yang ini, saya harus memohon maaf:
Kalau Anda sudah merasa demikian benar, mengapa kehidupan pribadi Anda belum baik?
Maaf ya?
Maka marilah kita saling menasihatkan kebenaran dalam kesabaran.
Dan ‘berlaku sabar’, sudah termasuk di dalamnya berlaku penuh hormat dan adil – bahkan kepada orang yang Anda benci.
Dan jika Anda betul-betul ummat Tuhan, Anda tidak membenci.
Mario Teguh – Loving you all as always

PNS Guru 2015 Tunjangan Guru Dilebur

Tunjangan profesi yang diperoleh guru berstatus pegawai negeri sipil setelah lulus proses sertifikasi akan dihapuskan. Hal itu merupakan konsekuensi dari system penggajian tunggal yang hendak diterapkan pemerintah untuk semua PNS, termasuk guru, pada 2015.

Dalam sistem penggajian tunggal yang disusun Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi terdapat komponen gaji, tunjangan kinerja, dan tunjangan kemahalan

System baru itu diharapkan meningkatkan kualitas kinerja PNS yang berjumlah sekitar 4,6 juta orang, termasuk guru PNS yang berjumlah sekitar 1,7 orang.

Dalam system penggajian tunggal ada dua komponen yaitu gaji pokok (75 persen) dan capaian kinerja (25 persen). Gaji pokok berbasis beban kerja, tanggung jawab jabatan, dan resiko. Adapun pencapaian kinerja berdasarkan kinerja berdasarkan kinerja individu.

Pemberlakuan system penggajian tunggal itu akan membuat system remunerasi menjadi transparan. Tidak akan ada lagi pegawai negeri sipil yang gajinya kecil , tetapi take home pay besar. (kompas.com)

Kriteria Syarat Penerima Tunjangan Profesi Guru PNS


Berdasarkan pada Juknis Penyaluran Tunjangan Profesi Guru yang diterbitkan oleh P2TK Dikdas Kemdikbud bahwa Tunjangan profesi melalui mekanisme transfer diberikan kepada guru PNSD yang telah ditetapkan.

Ditetapkan dengan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengenai daftar nama penerima tunjangan profesi guru PNSD yang memenuhi persyaratan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Kriteria guru PNSD penerima tunjangan profesi remunerasi 2015-2016 melalui mekanisme transfer :
  1. Guru PNSD yang mengajar pada satuan pendidikan di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  2. Pengawas PNSD yang melaksanakan tugas kepengawasan pada satuan pendidikan.
  3. Memiliki satu atau lebih sertifikat pendidik yang telah diberi satu Nomor Registrasi Guru (NRG) yang diterbitkan sebelum akhir Desember 2013 oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Memiliki Surat Keputusan Tunjangan Profesi (SKTP) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  5. Mengajar pada satuan pendidikan dengan rasio guru siswa yang sesuai dengan Pasal 17 pada Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 Tentang Guru. Jika dalam satu satuan pendidikan hanya memiliki satu rombongan belajar pada tingkat kelas tertentu maka jumlah rasio guru siswa dapat kurang dari ketentuan PP 74 Tahun 2008 Tentang Guru, berlaku sampai dengan Desember 2015.
  6. Beban kerja guru adalah sekurang-kurangnya 24 (dua puluh empat) jam tatap muka dan sebanyak-banyaknya 40 (empat puluh) jam tatap muka dalam 1 (satu) minggu, sesuai dengan sertifikat pendidik yang dimilikinya.
  7. Belum pensiun.
  8. Tidak beralih status dari guru atau pengawas sekolah.
  9. Tidak terikat sebagai tenaga tetap pada instansi selain satuan pendidikan tempat bertugas di bawah binaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
  10. Tidak merangkap sebagai eksekutif, yudikatif, atau legislatif.

Keefektifan Teknik yang Sangat Sederhana

Dari: Adi W Gunawan. Ada pembaca buku yang berkata, "Pak Adi, saya tidak percaya dengan teknik Hypno-EFT yang Bapak tulis di buku. Tidak masuk akal ada teknik segampang itu tapi sangat efektif. Tolong yakinkan supaya saya percaya bahwa Hypno-EFT benar-benar efektif?"
"Saya tidak perlu meyakinkan Anda. Justru sangat bagus bila Anda ragu, tidak percaya, dan skeptis. Anda perlu melakukan riset, terutama riset literatur dan bertanya pada Prof. Google tentang keefektifan teknik (Hypno) EFT. Anda perlu praktikkan dan buktikan sendiri apakah teknik Hypno-EFT benar-benar manjur," jawab saya.
Memang demikianlah yang sering dialami orang. Mereka sering menganggap remeh teknik Hypno-EFT. Bahkan ada peserta QLT yang juga meragukan teknik ini dan berkata, "This is too simple and too good to be true."
Beberapa waktu lalu saya berhasil membantu seorang klien yang merasa sangat marah pada saudaranya karena dulunya ia sering dirundung (bully) baik secara fisik maupun mental.
Mengingat waktu saya yang terbatas dan ia hanya bisa jumpa saya satu kali saja, besoknya ia akan ke luar negeri, maka saya tidak berani melakukan terapi formal dengan teknik regresi, EPT, atau abreaksi. Cukup riskan bila emosi seseorang dikeluarkan namun belum tuntas ditangani dan ia tidak bisa balik untuk sesi lanjutan.
Saya menggunakan teknik sederhana yang saya beri nama EMCAS (Emotion Management through Conscious Awareness Shift). Teknik ini begitu sederhana dan mudahnya tapi sangat-sangat efektif.
Hanya dalam sekejap semua kemarahannya hilang tak berbekas, tanpa saya perlu mengotak-atik akar masalahnya.
Demikian juga Hypno-EFT. Ini adalah salah satu dari sekian teknik terapi yang saya wajibkan semua hipnoterapis AWGI untuk kuasai dengan sempurna karena memang sangat efektif. Hypno-EFT juga saya gunakan di ruang praktik saya dalam membantu klien dengan hasil yang sangat baik.
Seringkali saya menolak calon klien yang ingin jumpa saya untuk terapi fobia. Saya katakan pada calon klien ini untuk membaca buku QLT dan memelajari teknik Hypno-EFT, lalu menerapi dirinya. Nanti bila tidak bisa baru jumpa saya. Calon klien ini umumnya tidak datang ke saya karena berhasil menyembuhkan fobianya.
Semakin mendalami dunia pikiran saya ingin menemukan atau mencipta teknik yang semakin sederhana namun semakin efektif. Dengan semakin sederhana teknik ini maka semakin mudah diajarkan dan dipraktikkan oleh semakin banyak orang. Tentu.. ini akan memberi kebaikan kepada lebih banyak orang.

Pikiran dan Perasaan Positif dalam Mengejar Impian

Dari: Adi W Gunawan
Dalam mengejar goal atau target seringkali kita terjebak dalam persepsi sempit dan keyakinan semu karena merasa "yakin" dan "pasti" mampu mencapainya.
Bila diri berani jujur dan terbuka menelisik alasan yang mendasari rasa yakin semu ini maka seringkali ditemukan hal yang sangat berbeda.
Seringkali seseorang hanya terpaku pada hasil yang indah, bagus, gemilang, cemerlang, tanpa memikirkan risiko yang mungkin terjadi.
Saat pikiran dan perasaan positif hanya terpaku pada hasil akhir, yang tentu sangat didamba, namun lupa berpikir kristis dan logis menimbang berbagai risiko terburuk, biasanya hasilnya tidak baik.
Ini yang banyak terjadi pada orang yang saya jumpai dalam perjalan hidup. Umumnya mereka berkata, "Kalau dulu saya tahu jadinya seperti ini, saya pasti tidak akan melakukan kerja atau usaha ini."
Semangat untuk sukses tentu sangat bagus. Dan akan sangat bagus lagi bila semangat ini dilandasi pemikiran rasional yang bertanggung jawab, tidak asal semangat.
Beberapa tahun lalu ada seorang sahabat yang dengan sangat yakin menjalankan sebuah bisnis jaringan dan membuat kartu nama berisi fotonya dan tulisan "Manusia Dua Miliar Rupiah". Ia dengan sangat yakin dan percaya diri mengatakan bahwa dalam waktu dua tahun ia pasti mampu mencapai target ini.
Saya tentu sangat mendukung upayanya. Dan saat saya tanya bagaimana strateginya untuk mencapai target ini, ia tidak bisa memberikan jawaban detil. Ia hanya berkata, "Pokoknya saya yakin sekali bisa mencapai goal saya ini."
Ini sudah hampir lebih dari tujuh tahun namun ia tidak mencapai apapun dan malah sudah berhenti dari bisnis jaringan ini.
Untuk memulai satu kegiatan atau usaha atau bisnis sebaiknya tidak hanya mengandalkan berpikir positif. Yang lebih penting adalah perasaan positif. Pikiran dan perasaan positif ini perlu didukung oleh data yang akurat sehinga benar-benar valid.
Selain berpikir positif kita juga perlu berpikir (sangat) negatif namun yang terkendali. Ini penting agar terjadi keseimbangan konstruktif dan produktif. Kita perlu memikirkan kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Bila yang terburuk dapat kita atasi maka untuk mencapai yang positif tentu sangat melegakan.
Ada lagi seorang sahabat yang ingin bukan resto. Selama ini ia memang dikenal sangat pintar memasak. Saat bertanya pada saya, saya memberi pendapat bahwa membuka resto tidak sesederhana yang dibayangkan. Benar, ia pintar masak. Namun, untuk menjalankan usaha resto membutuhkan pengetahuan dan kecakapan lain. Ia perlu memahami manajemen, mengatur arus kas, karyawan, perijinan, promosi, pajak, kendali mutu, sewa tempat, dll... dll. Memasak hanya satu aspek dari bisnis yang akan ia jalankan.
Saya sarankan ia untuk buka depot dulu. Nanti dari sini, kalau ternyata hasilnya bagus dan ia sudah punya pengalaman yang memadai, dan terutama ia suka dan menikmati kerjanya, barulah buka resto yang lebih besar. Sebaiknya semua dilakukan tahap demi tahap. Mulai dari yang kecil namun targetnya sesuatu yang besar.
Sahabat ini kecewa dan marah dengan saran saya. Ia merasa saya tidak mendukung niat baiknya. Saya bisa memahami kekecewaannya. Tapi inilah saran terbaik yang bisa saya berikan padanya, demi kebaikannya.
Manusia seringkali tidak siap atau tidak bersedia mendengar saran atau pendapat yang tidak sejalan dengan pengharapannya. Memang demikianlah kerja persepsi yang mengunci kita pada satu pemikiran tertentu. Dibutuhkan kejujuran dan keberanian diri untuk membuka diri dan menerima saran atau masukan yang belum tentu sejalan dengan pengharapan kita.

Wednesday, December 24, 2014

RPP K13 Kelas 1 Semester 2 Peristiwa Alam Ke 4

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)


Satuan Pendidikan      :  ....................................................
Kelas / Semester          :  I (Satu) / 2
Tema / Topik                 :  Peristiwa Alam
Petemuan ke                 :  4
Alokasi Waktu               :  1 Hari


A.     KOMPETENSI INTI
1.   Menerima dan menjalankan ajaranAgama yang dianutnya
2.   Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
3.   Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah
4.   Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia


B.     KOMPETENSI DASAR
Penjaskes & OR
þ  Mempraktikkan berbagai bentuk permainan pengenalan air (T8)

Seni Budaya & Prakarya
þ  Merasakan keindahan alam dan karya seni sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan (KI-1)
þ  Menunjukkan percaya diri untuk mengekspresikan diri dalam berkarya, bernyanyi, dan menari (KI-2,KD-1)
þ  Mengenal  disiplin dan aturan dalam berkarya (KI-2,KD-3)
þ  Mengenal unsur-unsur gerak, bagian-bagian gerak anggota tubuh dan level gerak dalam menari (KI-3,KD-3)
þ  Melakukan gerakan ombak, angin dan air dengan menggunakan level tinggi, sedang, rendah. (KI-4,KD-11)
þ  Melakukan gerakan ombak, angin dan air, dengan menggunakan level tinggi, sedang,  rendah dengan iringan (KI-4,KD-12)


C.     INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
Penjaskes & OR
þ  Mengenal tempat tempat berbahaya di sekitar rumah
þ  Masuk dan keluar kolam renang dengan hati-hati
þ  Berjalan-jalan di tempat yang dangkal
þ  Mengambil benda dari dasar kolam renang yang dangkal.

Seni Budaya & Prakarya
þ  Memiliki kepekaan terhadap keindahan alam hasil ciptaan Tuhan
þ  Mendeskripsikan keindahan-keindahan alam dan karya seni sebagai anugerah Tuhan
þ  Memperagakan gerak-gerak bagian kepala, kaki, tangan dan badan berdasarkan hasil pengamatan tentang ombak dengan percaya diri
þ  Melakukan gerak per bagian anggota tubuh sesuai dengan langkah-langkah atau urutan yang telah ditentukan
þ  Mengidentifikasi berbagai level gerak dalam tari
þ  Menyebutkan berbagai level gerak dalam tari
þ  Mendeskripsikan gerak ombak kecil dan ombak yang besar
þ  Membedakan gerak ombak kecil dan ombak besar ke dalam bentuk gerak tari
þ  Memperagakan gerak ombak kecil dan ombak besar ke dalam bentuk gerak tari


D.     TUJUAN PEMBELAJARAN
þ  Menerima dan menjalankan ajaranAgama yang dianutnya
þ  Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman dan guru
þ  Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati mendengar, melihat, membaca] dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, sekolah
þ  Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis dan sistematis, dalam karya yang estetis dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia

E.     MATERIPEMBELAJARAN
Penjaskes & OR
þ  Berbagai bentuk permainan pengenalan air (T8)

Seni Budaya & Prakarya
þ  Unsur-unsur gerak, bagian-bagian gerak anggota tubuh dan level gerak dalam menari
þ  Gerakan ombak, angin dan air dengan menggunakan level tinggi, sedang, rendah


F.      Metode Pembelajaran
Pendekatan     : Scientific
Strategi             : Cooperative Learning
Teknik               : Example Non Example
Metode              : Penugasan, Tanya Jawab, Diskusi dan Ceramah


G.     KEGIATAN  PEMBELAJARAN
Kegiatan
Deskripsi Kegiatan
Alokasi
Waktu
Pendahuluan
þ   Mengajak semua siswa berdo’a menurut Agama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
þ   Melakukan komunikasi  tentang kehadiran siswa
þ   Mengajak berdinamika dengan tepuk kompak
þ   Dilanjutkan dengan bertanya jawab tentang syair lagu, mengapa saling mengucap salam. Dan apa bedanya di kalau pagi
þ   Meminta informasi dari siswa mengenai kegiatan piket yang telah dilaksanakan pada pagi hari dan bertanya tentang hubungan antara kebersihan kelas dengan kenyamanan kegiatan pembelajaran.
þ   Menginformasikan Tema yang akan dibelajarkan yaitu tentang Peristiwa Alam
10 menit
Inti
þ   Membiasakan berdoa sebelum dan sesudah belajar sesuai dengan agama yang dianutnya
þ   Mendengarkan doa yang diucapkan oleh guru dan mengikutinya
þ   Menceritakan urutan peristiwa alam misalnya berkaitan dengan terjadinya banjir atau kekeringan melalui gambar seri
þ   Memilih kata dalam puisi yang menunjukkan perilaku terpuji yang berkaitan dengan peristiwa alam (misalnya petir, badai, angin ribut, hujan, dan sebagainya)
þ   Menuliskan puisi atau karangan sederhana berkaitan dengan perilaku terpuji berkaitan dengan peristiwa alam
þ   Menceritakan akibat peristiwa alam yang menimpa sekolah, misalnya kelas-kelas bocor atau banjir karena hujan berkepanjangan.
þ   Menyebutkan sikap yang harus dilakukan jika melihat teman sekolah tertimpa musibah seperti kekeringan atau banjir
þ   Menggambar/melukis pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu
þ   Menentukan dan menjelaskan berbagai bangun datar yang dapat atau tidak dapat membentuk pengubinan
þ   Membuat desain permukaan lantai berdasarkan beberapa pola bangun datar ( segitiga, segiempat, lingkaran
þ   Mendengarkan kegunaan berenang sebagai upaya keselamatan diri
þ   Menyebutkan arti terbenam, melayang dan mengapung dalam aktivitas air
þ   Menyebutkan perbedaan berjalan di darat dengan di dalam air
þ   Memperagakan gerak masuk dan keluar kolam renang dengan memperhatikan faktor keselamatan
þ   Mempraktikkan permainan berjalan-jalan di tempat yang dangkal
þ   Mengambil benda-benda kecil di dari dasar kolam renang dengan membuka mata

30 Menit X  35 JP
Penutup
þ   Bersama-sama siswa membuat kesimpulan / rangkuman hasil belajar selama sehari
þ   Bertanya jawab tentang materi yang telah dipelajari (untuk mengetahui hasil ketercapaian materi)
þ   Melakukan penilaian hasil belajar
þ   Mengajak semua siswa berdo’a menurutAgama dan keyakinan masing-masing (untuk mengawali kegiatan pembelajaran)
þ   Mengamati sikap siswa dalam berdo’a (sikap duduknya, cara membacanya, cara melafalkannya dsb)
þ   Apabila ada siswa yang kurang benar dan kurang sempurna dalam berdo’a, maka setelah selesai kegiatan berdo’a, langsung diberi nasehat agar besok kalau berdoa lebih disempurnakan
15 menit

H.     SUMBER DAN  MEDIA PEMBELAJARAN
þ  Video tentang ombak di lautan
þ  Gambar ombak di laut
þ  Video tari-tarian yang menggambarkan ombak
þ  Video tari yang menjelsakan tentang level gerak dalam tari
þ  Buku paket Tari
þ  Reward untuk siswa yang berani dan percaya diri menirukan gerak ombak dengan berbagai level
þ  Mempersiap-kan tempat untuk mementaskan gerak siswa per kelompok di depan kelas


I.       PENILAIAN Proses dan Hasil Belajar
1.   Prosedur Penilaian
a.   Penilain Proses
Menggunakan format pengamatan dilakukan dalam kegiatan pembelajaran sejak dari kegiatan awal sampai dengan kegiatan akhir
b.   Penilaian Hasil Belajar
Menggunakan instrumen penilaian hasil belajar dengan tes tulis dan lisan

2.   Instrumen Penilaian
a.   Penilaian Proses
·         Penilaian Kinerja
·         Penilaian Produk

b.   Penilaian Hasil Belajar
·         Pilihan ganda
·         Isian singkat
·         Esai atau uraian


Mengetahui
Kepala Sekolah,



( ___________________ )
NIP ..................................


Guru Kelas 1



( ___________________ )
NIP ..................................

Program Guru Pembelajar 2016

Guru pembelajar merupakan program diklat Kemdikbud pasca UKG 2015 lalu dimana masih banyak nilai UKG nya yang di bawah standar. Istilah Guru...