Skip to main content

Pikiran dan Perasaan Positif dalam Mengejar Impian

Dari: Adi W Gunawan
Dalam mengejar goal atau target seringkali kita terjebak dalam persepsi sempit dan keyakinan semu karena merasa "yakin" dan "pasti" mampu mencapainya.
Bila diri berani jujur dan terbuka menelisik alasan yang mendasari rasa yakin semu ini maka seringkali ditemukan hal yang sangat berbeda.
Seringkali seseorang hanya terpaku pada hasil yang indah, bagus, gemilang, cemerlang, tanpa memikirkan risiko yang mungkin terjadi.
Saat pikiran dan perasaan positif hanya terpaku pada hasil akhir, yang tentu sangat didamba, namun lupa berpikir kristis dan logis menimbang berbagai risiko terburuk, biasanya hasilnya tidak baik.
Ini yang banyak terjadi pada orang yang saya jumpai dalam perjalan hidup. Umumnya mereka berkata, "Kalau dulu saya tahu jadinya seperti ini, saya pasti tidak akan melakukan kerja atau usaha ini."
Semangat untuk sukses tentu sangat bagus. Dan akan sangat bagus lagi bila semangat ini dilandasi pemikiran rasional yang bertanggung jawab, tidak asal semangat.
Beberapa tahun lalu ada seorang sahabat yang dengan sangat yakin menjalankan sebuah bisnis jaringan dan membuat kartu nama berisi fotonya dan tulisan "Manusia Dua Miliar Rupiah". Ia dengan sangat yakin dan percaya diri mengatakan bahwa dalam waktu dua tahun ia pasti mampu mencapai target ini.
Saya tentu sangat mendukung upayanya. Dan saat saya tanya bagaimana strateginya untuk mencapai target ini, ia tidak bisa memberikan jawaban detil. Ia hanya berkata, "Pokoknya saya yakin sekali bisa mencapai goal saya ini."
Ini sudah hampir lebih dari tujuh tahun namun ia tidak mencapai apapun dan malah sudah berhenti dari bisnis jaringan ini.
Untuk memulai satu kegiatan atau usaha atau bisnis sebaiknya tidak hanya mengandalkan berpikir positif. Yang lebih penting adalah perasaan positif. Pikiran dan perasaan positif ini perlu didukung oleh data yang akurat sehinga benar-benar valid.
Selain berpikir positif kita juga perlu berpikir (sangat) negatif namun yang terkendali. Ini penting agar terjadi keseimbangan konstruktif dan produktif. Kita perlu memikirkan kondisi terburuk yang mungkin terjadi. Bila yang terburuk dapat kita atasi maka untuk mencapai yang positif tentu sangat melegakan.
Ada lagi seorang sahabat yang ingin bukan resto. Selama ini ia memang dikenal sangat pintar memasak. Saat bertanya pada saya, saya memberi pendapat bahwa membuka resto tidak sesederhana yang dibayangkan. Benar, ia pintar masak. Namun, untuk menjalankan usaha resto membutuhkan pengetahuan dan kecakapan lain. Ia perlu memahami manajemen, mengatur arus kas, karyawan, perijinan, promosi, pajak, kendali mutu, sewa tempat, dll... dll. Memasak hanya satu aspek dari bisnis yang akan ia jalankan.
Saya sarankan ia untuk buka depot dulu. Nanti dari sini, kalau ternyata hasilnya bagus dan ia sudah punya pengalaman yang memadai, dan terutama ia suka dan menikmati kerjanya, barulah buka resto yang lebih besar. Sebaiknya semua dilakukan tahap demi tahap. Mulai dari yang kecil namun targetnya sesuatu yang besar.
Sahabat ini kecewa dan marah dengan saran saya. Ia merasa saya tidak mendukung niat baiknya. Saya bisa memahami kekecewaannya. Tapi inilah saran terbaik yang bisa saya berikan padanya, demi kebaikannya.
Manusia seringkali tidak siap atau tidak bersedia mendengar saran atau pendapat yang tidak sejalan dengan pengharapannya. Memang demikianlah kerja persepsi yang mengunci kita pada satu pemikiran tertentu. Dibutuhkan kejujuran dan keberanian diri untuk membuka diri dan menerima saran atau masukan yang belum tentu sejalan dengan pengharapan kita.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…