Skip to main content

Energi Bio Kosmik

Motivasi Mindset - Bio cosmic energy , adalah sumber getaran atau transmitter yang luar biasa besar, sekaligus reciver atau penerima getaran dengan kekuatan radar yang sangat peka. Seluruh getaran peristiwa di alam semesta ini bisa kita tangkap informasinya, sekaligus kita pengaruhi dan kita resonansi dengan menggunakan frekuensi yang kita hasilkan dari dalam kita sendiri (Inner Cosmos). Begitulah memang pemahaman dari sisi kuantumnya kita akan menemukan bahwa ia memang tersusun dari bagian-bagian lebih kecil yang disebut molekul. Ia bergetar-getar. Bagian molekul kita pun menemui namanya atom. Ia bergetar-getar. Atom tersebut terdiri dari bagian-bagian yang lebih kecil lagi disebut sebagai partikel-partikel sub atomik, seperti elektron, neutron dan proton. Ia pun bergetar-getar. Bagian penyusun partikel-partikel lebih kecil lagi kita kenal dengan istilah Quark, ini juga bergetar-getar karena ia memang sebagai ’pilinan energi’ yang bergetar-getar dan seterusnya, maka seluruh benda di alam ini tak lebih adalah gumpalan energi yang bergetar-getar dalam tiap tingkatannya, dan membentuk sebuah sistem alam raya yang berupa lautan energi yang bergetar-getar.

Dalam berbagai perjalanan panjang riset fisika quantum, alam semesta hanyalah lautan energi yang bergetar-getar yang memiliki kesadaran dan kecerdasan hidup. Dalam dunia sub atomik dikenal dengan pilinan energi bergetar-getar, seluruh benda alam semesta ini adalah gumpalan materi dan energi yang membentuk samudra yang bergetar-getar dengan tingkatan yang berbeda-beda sesuai dengan takarannya masing-masing. Demikian dengan akal, pikiran dan perasaan manusia merupakan wujud energi bergetar getar yang disebut Energi Vibrasi. Vibrasi adalah energi yang berpikiran dan berperasaan. Otak manusia adalah tower yang memiliki vibrasi energi yang lebih tinggi diantara makhluk ciptaan lainnya.

Perbedaan getaran-getaran itulah yang menyebabkan ada benda padat, benda cair, dan gas, memancarkan warna berbeda-beda, bau yang tidak sama, suhu yang berdinamika, ada wujud kasar dan halus, ada bentuk yang enak dipandang dan juga ada fisik yang sedap untuk dipandang dan sebagainya. Terus Apa bedanya diri kita dengan alam semesta ? ditinjau dalam sudut pandang fisika quantum tidak ada bedanya, karena tubuh manusia juga tersusun dari atom-atom, partikel-partikel, quark yang berbentuk pilinan energi yang bergetar-getar dengan frekwensi berbeda –beda baik itu ditingkat lokal dan parsial-parsial. Bukan Cuma benda tapi perasaan sedih, senang, marah, bahagia, iklas, sabar, syukur, terima kasih, berkasih sayang, bermusuhan adalah realitas dunia yang bergetar-getar . Getaran yang terjadi pada wilayah perasaan ini saling beresonansi dengan benda-benda lain yang bergetar-getar bersamaan. Semakin tinggi tingkat perasaan maka semakin besar ruang lingkup yang dicapai, dan semakin banyak geteran-getaran parsial alam semesta yang terlibat.

Psikolog ternama Karl Jung menyebut mysteri keterhubungan pikiran ini “universal conciousness” (kesadaran/pikiran alam semesta) dan ahli biologi Rupert Sheldrake menyebutnya “morphogetic field” (medan morfogenetika) dan kita menyebutnya “super mind”. Penemuan yang serupa juga mengatakan bahwa semua mahkluk hidup memiliki “medan energy” (energy field) yang khas. Pada tahun 1940 Harold Burr, seorang neuroatomist dari Yale University, mengadakan penelitian mengenai “medan energy” tersebut. Dan dia menemukan bahwa semua mahluk hidup memiliki “medan energy” bahkan medan energy tersebut sudah dapat dideteksi pada tahap embrio.

Pikiran dan perasaan manusia terhubung dengan alam semesta yang dalam bahasa psikology disebut UNIVERSAL CONCIOUSNESS (pikiran alam semesta) atau dalam bahasa biologi disebut MORPHOGENETIC FIELD (medan morfogenetika) Memang penemuan bahwa pikiran dan perasaan manusia terbubung dengan alam semesta masih belum banyak diketahui orang, dan juga masih banyak yang belum begitu yakin. Akan tetapi 5-10 tahun terakhir bukti-bukti akurat yang memperkuat penemuan ini bermunculan, sehingga orang skeptik (orang tidak percaya) terhadap realitas dunia metafisika sekalipun tidak dapat mengelak.

Interaksi informasi itu terjadi seiring dengan tepatnya jalur koneksi frekwensi getaran kesadaran manusia. Bila kita memahami bila kita mencari sinyal gelombang radio, harus tepat dengan gelombang pemancarnya, pengaturan fase gelombang bukan dari sisi alam, tapi dari sisi manusia sendiri, dengan mencari dan menemukan melalui fase memprogram energi kesadarannya.

Semakin tinggi resonansi, semakin besar daya yang ditimbulkannya, pikiran dan perasaan adalah sumber utama getaran-getaran, getaran yang berkualitas tinggi akan memancar ke segala arah bergerak seperti gelombang air, dan bisa menjadi gelombang yang lebih besar tergantung seberapa kuat kualitas getaran yang dipancarkan. Kalau pikiran dan perasaan memikirkan sesuatu yang negatif , maka seluruh lautan energi teresonansi menjadi negatif. Lautan energi negatif itu lalu kita tangkap kembali pantulannya lewat radar getaran –getaran sebagai sesuatu yang negatif pula. Demikian bila kita berpikiran dan berperasaan positif, getaran itu akan memancar beresonansi dengan getaran-getaran diluar kesadaran kita, lalu ia menarik sesuatu yang sama sifatnya. Jadi berhati-hatilah dengan pikiran dan perasaan, apapun yang muncul dibenak kita, energinya akan memancar menjadi gelombang, tidak bisa disembunyikan, tidak dicegah, meskipun tidak terlihat, tidak terdengar, getaran gelombang itu tetap saja tenggelam bersama lautan energi alam semesta, kemudian menimbulkan gelombang yang suatu saat akan kembali kediri kita sendiri.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…