Skip to main content

Cara Memperkuat Mindset

secara etimologis mindset dapat didefinisikan sebagai suatu keadaan pikiran tertentu. Banyak juga yang mengistilahkan bahwa “What are you thinking that you are” atau apa yang anda pikirkan tentang diri anda, maka begitulah diri anda sepenuhnya. Mindset menentukan suatu perilaku karena memang munculnya perilaku tertentu berdasar pada asumsi kondisi pikiran (mindset) itu sendiri. Misalnya anda marah pada seseorang. Karena anda marah, maka ketika bertemu dengan orang itu, muncul bahasa non verbal menghindar atau anda justru langsung melakukan tindakan memarahi dia sampai anda merasa puas. Hal ini menunjukkan kondisi pikiran seseorang terhadap situasi menyebabkan perilaku tertentu.
Dalam perspektif pendekatan psikoterapi yang berorientasi pada kognitif perilaku, mengasumsikan bahwa suatu perilaku muncul akibat dari generalisasi terhadap situasi, pemikiran otomatis yang muncul, serta dialog internal didalam diri individu. Artinya ketikakita memaknai suatu situasi yang membuat kita merasa ketakutan pada dasarnya munculnya perasaan takut itu adalah akibat dari hasil pemaknaan kekhawatiran yang begitu besar dalam diri anda. Selain itu, dialog diri yang negatif terhadap situasi yang membuat anda takut seperti dialog diri negatif “duh, pasti nanti kena marah lagi dech” “saya gak yakin bisa mencapainya” atau “duh, takut salah ngomong”. Semua dialog internal diri yang negatif akan membuat anda tidak percaya diri bahkan mengalami permasalahan psikologis yang lebih jauh. Nah, inilah kaitannya dengan mindset yaitu keyakinan anda (core beliefe) terhadap sesuatu atau situasi tertentu.
Kondisi pikiran kita memang bisa berubah-ubah. Luar biasanya, kita mampu mengendalikan pikiran kita kapanpun dan dimanapun sesuai dengan keinginan kita. Penemu Rational Emotive Behaviour Therapy, Albert Ellis mengatakan pikiran irasional yang mengakibatkan individu terpenjara dalam perangkap pikirannya sendiri. Mindset yang negatif merupakan hasil dialog internal negatif yang menyimpulkan pikiran irasional terhadap situasi atau kejadian. Jadi, mulai saat ini kita memahami bahwasanya keadaan pikiran yang tidak kita kendalikan menyebabkan kita tidak berkembang karena terperangkap dalam jebakan pikiran negatif yang kita buat sendiri. Kemudian bagaimana caranya agar pikiran kita tidak dikendalikan oleh situasi akan tetapi sebaliknya diri kita yang mengendalikan pikiran kita sendiri sehingga kita dapat mengendalikannya semau kita ?.
Perlu kita pahami bersama, bahwasanya mindset terbentuk dari dialog internal atau self talk diri kita sendiri. Jika anda ingin mengendalikan pikiran sesuai dengan keinginan anda, yang perlu anda lakukan adalah lakukan self talk yang positif terhadap diri anda. Teknik sederhana yang bisa anda lakukan adalah dengan cara melakukan instruksi diri yang positif terhadap diri anda. Teknik Self Instruction Training merupakan teknik yang simpe dan sederhana yang diciptakan oleh Donald Meichenbaum, pakar Cognitive Behaiour Modification yang menggunakan teknik ini dalam mengendalikan perilaku impulsif pada anak yang memiliki perilaku agresivitas yang tinggi. Teknik self instruction membantu anda agar memiliki mindset positif dengan cara melatih dialog internal diri yang positif sehingga apapun situasinya anda akan senantiasa memiliki mindset positif.  Pertama, anda ucapkan kata-kata instruksi diri yang positif yang mendukung anda secara lantang.  Kedua, anda lakukan kata-kata instruksi diri yang tadi anda katakana dengan lirih sampai muncul perasaan percaya diri dalam diri anda. Pada saat itu anda boleh sambil mengepalkan tangan dan menutup mata. Bahkan lebih bagus lagi jika anda lakukan imajinasi terhadap tujuan yang anda inginkan.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…