Skip to main content

Menyikapi Anak yang Selalu Ingin Ikut Orang Tua

Dari status Adi W Gunawan. "Pak Adi, saya mohon bantuan bapak. Saya punya tiga anak yang masih kecil. Setiap kali saya mau keluar rumah, jalan ke mal, anak-anak pasti nangis dan minta ikut. Herannya, kalau saya berangkat kerja, mereka ngerti dan tidak minta ikut. Tolong saya diberitahu sugesti apa yang cocok yang saya bisa berikan pada anak waktu mereka tidur supaya kalau pas saya keluar rumah, anak-anak tidak minta ikut dan tidak nangis"
Ini sepenggal kalimat dalam email yang saya terima dari seorang ibu yang tampaknya agak frustrasi.
Tentu dengan senang hati saya bantu Ibu ini dan menyusun kalimat sugesti berikut:
"Saya adalah Ibu yang baik. Saya merasa senang, bahagia, dan bersyukur pada Tuhan karena dikarunia tiga anak yang lucu dan sehat. Saya menikmati waktu bersama anak-anak saya sepenuhnya, baik di rumah, atau saat keluar bersama. Saat saya keluar rumah dan anak-anak minta ikut, saya dengan senang hati membawa semua anak saya karena ini adalah nikmat kebersamaan yang sungguh luar biasa indah. Anak-anak adalah permata kehidupan yang sangat saya cintai, hargai, dan kasihi sepenuh hati. Demikianlah kenyataannya."
Saya minta si Ibu untuk membaca kalimat ini lima kali setiap malam saat mau tidur.
Lho, kok Ibunya yang disugesti, dan bukan anak-anaknya?
Masa kecil anak adalah masa yang sangat indah. Kebersamaan ini tidak berlangsung lama. Sebagai orangtua, saya telah mengalaminya. Dulu, waktu anak masih kecil, saat kami keluar rumah mereka pasti minta ikut. Untungnya saat itu saya telah memahami bahwa inilah kesempatan menikmati kebersamaan dengan anak-anak. Setiap kali kami keluar, kami pasti mengajak anak-anak bersama.
Pemikiran saya sederhana. Nanti kalau mereka sudah besar, mereka sudah punya dunia dan kesibukan sendiri. Kita akan sulit mengajak mereka keluar. Dan memang demikianlah kenyataannya.
Jadi, bila anak minta ikut, ajaklah. Nikmati masa-masa indah ini selagi sempat dan selagi anak mau ikut atau mau diajak pergi.

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

B. KOMPETENSI INTI
Rumusan Kompetensi inti menggunakan notasi berikut ini.
1. Kompetensi Inti-1 (KI-1) untuk kompetensi inti sikap spiritual.
2. Kompetensi Inti-2 (KI-2) untuk kompetensi inti sikap sosial.
3. Kompetensi Inti-3 (KI-3) untuk kompetensi inti pengetahuan.
4. Kompetensi Inti-4 (KI-4) untuk kompetensi inti keterampilan.
Uraian tentang Kompetensi Inti untuk jenjang Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah Kelas IV adalah sebagai berikut.
1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.
3. Memahami pengetahuan faktual denagn cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam gerakan yang mencerminkan …

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Pembelajaran tematik terpadu berfungsi untuk memberikan kemudahan bagi peserta didik dalam memahami dan mendalami konsep materi yang tergabung dalam tema serta dapat menambah semangat belajar karena materi yang dipelajari merupakan materi yang nyata (kontekstual) dan bermakna bagi peserta didik.
Tujuan pembelajaran  tematik terpadu adalah:
a. mudah memusatkan perhatian pada satu tema atau topik tertentu;
b. mempelajari pengetahuan dan mengembangkan berbagai kompetensi muatan pelajaran dalam tema yang sama;
c. memiliki pemahaman terhadap materi pelajaran lebih mendalam dan berkesan;
d. mengembangkan kompetensi berbahasa lebih baik dengan mengkaitkan berbagai muatan pelajaran lain dengan pengalaman pribadi peserta didik;
e. lebih bergairah belajar karena mereka dapat berkomunikasi dalam situasi nyata, seperti bercerita, bertanya, menulis sekaligus mempelajari pelajaran yang lain;
f. lebih  merasakan manfaat dan makna belajar karena materi yang disajikan dalam konteks tema yang jelas;
g. guru  d…

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar

Motivasi Mindset - Visualisasi Kreatif adalah magic dalam arti sesungguhnya. Magic adalah memahami dan memposisikan diri selaras dengan prinsip-prinsip alam yang mengatur dan bekerja pada alam semesta, dan belajar untuk menggunakan prinsip-prinsip tersebut dengan cara sadar dan sekreatif mungkin.

Dengan memvisualisasikan kejadian, situasi, atau sebuah benda seperti mobil, rumah, kesehatan, kita menarik mereka kepada kita. Kita melihat apa yang kita inginkan dalam imajinasi dan ini akan terjadi. Ini seperti mimpi atau omong kosong. Tetapi sebenarnya ini adalah proses alami dari kekuatan pikiran (thoughts).

Bagaimana Creative Visualisasi Bekerja

Untuk memahami bagaimana Visualisasi Kreatif bekerja, adalah penting untuk melihat beberapa prinsip yang saling berhubungan:
Alam fisik adalah energi
Energi adalah magnet (energi sejenis akan menarik energi sejenis)
Bentuk fisik (physical energy) mengikuti ide (mental energy)
Apa pun yang kita berikan kepada alam semesta akan kembali kepada kita lagi

Em…