Inilah Alasan Kenapa Doa atau Keinginan Belum Terwujud

Kiriman dari Guru. Sebenarnya, Allah/Tuhan itu pengabul semua doa. Karena dalam Islam, ada sebuah firman yang menyebutkan, “Mintalah kepada-Ku, niscaya akan saya kabulkan.” Begitulah kira-kira firman-Nya. Dalam realita, apa yang Anda rasakan? Apakah Tuhan benar-benar mengabulkan semua doa? Jika Anda menjawab “tidak”, berarti Anda belum tahu yang sesungguhnya.

Sebagai contoh, misalnya Anda ingin dapat jodoh, tetapi belum juga dipertemukan jodoh Anda. Atau ketika Anda ingin punya pekerjaan, tapi belum juga dapat, dan sebagainya. Sejatinya, Tuhan itu mengabulkan dan mewujudkan semua yang Anda harapkan. Hanya saja, Anda tidak menyadarinya.

Coba cek kembali doa yang Anda panjatkan kepada-Nya. Apakah Anda benar-benar merasakan keyakinan akan doa Anda. Atau Anda lebih takut jika doa Anda tidak terkabul. Teliti lagi perasaan Anda, apakah ada ketidaknyaman dalam diri Anda.

Kebanyakan orang takut dan khawatir jika harapannya tidak terwujud. Ketika ada rasa khawatir takut, dan tidak nyaman dengan doanya, ada konflik di dalam hatinya, maka itulah yang terkabul. Ya, doa Anda yang di dalam hati, perasaan Anda itu yang terwujud, bukan secara lisan. Karena sebenarnya doa adalah yang Anda rasakan di dalam hati. Perasaan Anda seperti apa dan muncul rasa yang bagaimana, itulah yang akan diijabah.

Jadi, perlu selaraskan hati dan perasaan Anda saat berdoa. Bersikap pasrah dan ikhlaslah saat berdoa. Bersyukur pula untuk mempercepat prosesnya. Jika terlalu bernafsu dan terlalu antusias, memaksakan kehendak, maka doa Anda akan sulit terwujud. Anda tidak bisa menuntut Tuhan sesuai dengan kemauan Anda untuk memenuhi semua keinginan Anda.

Maka, perlu menata perasaan dan hati Anda untuk diselaraskan dengan doa yang Anda panjatkan. Upayakan ciptakan perasaan damai, yakin, mantap, dan berpasrahlah selalu kepada-Nya. Itulah kuncinya.

Master Salam
Pakar Metafisika dan Konsultan Spiritual

Popular posts from this blog

Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Kurikulum 2013

Fungsi, Tujuan, dan Ciri-ciri Pembelajaran Tematik terpadu

Teknik Visualisasi Kreatif yang Benar